Minggu, 11 Januari 2015

NABI MUHAMMAD DI MATA PARA TOKOH DUNIA


Nabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia Selasa, 15 November 2011 (03:47) / Persona
Nabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia
Mahatma Gandhi / © Marc Adamus

1. Mahatma Gandhi (komentar mengenai karakter Muhammad di Young India)

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya.”

“Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

2. Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The Genuine Islam”

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.

Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil “sang penyelamat kemanusiaan.”

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.

Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad. Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit, hanya dua dekade.”

3. Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100, A Ranking Of The Most Influential Persons In History”

“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama (hal. 33). Lamar Tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.’

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

4. Lamar Tine, dalam bukunya “Histoire De La Turquie”

“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang-orang tersebut hanya sukses pada satu atau dua bidang saja, misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang Muhammad, ia telah begitu tinggi menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini.

Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang, semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”

5. K. S. Ramakrishna Rao, dalam bookletnya “Muhammad, The Prophet of Islam”

“Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja. Betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.

Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.”

6. Profesor (Snouck) Hurgronje

“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.”

7. Thomas Carlyle, dalam bukunya “His Heroes And Heroworship”

“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.

Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.

Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya.

Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.

Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”

8. Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”

“Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama.

Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan.

Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”

9. Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, juga memuji Muhammad Rasul Allah.

Ia menulis, “Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak.

Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama dyang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.”

10. John Diven Port, cendekiawan Inggris.

Ia menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan berpikir dengan benar.

Diven Port menulis, “Dari segi keindahan dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai.

Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik yang amat kuat. Senyumnya yang indah takpernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau, memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal sebagai tokoh agama yang paling langka di dunia.”

11. Dosun, penulis Perancis, dalam bukunya “Muhammad dan Islam”

“Pada umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan pemikir Perancis memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya besar dan amat penting bagi sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam mampu merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di seluruh Afrika Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut Mediterania, kemudian masuk pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah memberikan pengarunya yang luas dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan Muhammad saaw, dalam menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal mereka termasuk diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU Islam ini selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh ini dan keistimewaannya yang langka.”

12. Edward Gibbon dalam pidatonya yang bertajuk “Profession of Islam”

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama.”

13. Simon Ockley dalam bukunya “History Of The Saracen Empires”

“Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”

14. Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S. Naidu, Ideals of Islam)

“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jamaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui; Allah Maha Besar. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.”

15. James A. Michener dalam bukunya “Islam: The Misunderstood Religion”

“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah.

Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.’

Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar -red) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.'”

16. W. Montgomery Watt dalam bukunya “Mohammad At Mecca”

“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.”

17. Annie Besant, dalam bukunya “The Life And Teachings Of Muhammad”

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasa kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

18. Bosworth Smith, dalam bukunya Mohammad And Mohammadanism

“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrumen atau penyokongnya.”

19. John Austin, dalam bukunya “Muhammad the Prophet of Allah”

“Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”

20. Professor Jules Masserman

“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal. Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer -red). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada semua kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa juga melakukan hal yang sama.
 
Copyright © 2011 – 2015

Minggu, 14 Desember 2014

RENUNGAN UNTUK SUAMI ISTRI

Renungan untuk Suami dan Istri

Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yg sudah berkeluarga & meminta 1 orang maju ke papan tulis.

Dosen : “Tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda.”

Lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama. Ada nama Tetangga,Orang tua,Teman kerja,Istri,Anaknya dsb.

Dosen : “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya”.

Lalu mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen : “coret 2 nama lagi”, dan tinggallah 5 nama.
Dosen : “coret lagi 2 nama”, maka tersisalah 3 nama yaitu : Orang tua,Istri & Anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira smua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba-tiba Dosen berkata :”silahkan coret 1 nama lagi !”, mahasiswa itu pun prlahan mngambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen :”silahkan coret 1 nama lagi !”. Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.

setelah suasana tenang sang Dosen bertanya pada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih Orang tua yg membesarkanmu ? tidak juga memilih Anak yang berasal dari darah dagingmu? sedang Istri itu bisa dicari lagi.”

Smua orang di dalam kelas terpana mnunggu jawaban dari Mahasiswa itu.

Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, Orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang Anak jika sudah dewasa menikah lalu pergi meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar-benar menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua & anak bukan saya yg memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan, sedang ISTRI, sayalah yg memilih dan dengan izinNya. istri adalah bagian dari diriku, karena dia adalah tulang rusukku…..

* Bukan berarti anak dan orang tua adalah tidak penting tapi untuk merubah pandangan bahwasanya kita harus selalu menghargai pasangan, saling menyayangi, menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan kita.

Rabu, 10 Desember 2014

MENENTUKAN PERILAKU ANAK

5 PERILAKU BUNDA HAMBAT TUMBUH KEMBANG ANAK :

1.MEMBUAT SEGALANYA MUDAH UTK ANAK

Seorg psikolog Madeline Levine mengatakan bahwa kita perlu mmbiarkn anak terjatuh agar bisa belajar jalan dg kaki mereka sendiri. Dan "peraturan" ini pun sebaiknya tetap digunakan dlm berbagai hal lainnya. Saat anak kalah dlm perlombaan atau mndpt nilai buruk, berikan semangat dan sampaikan bahwa kegagalan itu hanya bagian dr proses utk sebuah keberhasilan nantinya. Siapkan anak mulai sejak dini utk bs menerima kenyataan ttg manis dn pahitnya kehidupan yg nantinya akan mereka hadapi.

2. KOMENTAR NEGATIF

Menghakimi atau memberikan komentar negatif pd anak bisa sangat berbahaya bagi perkembangannya di masa yg akan dtng. Jika org tua sdh sering memberikan komentar negatif kpd anaknya, maka kepercayaan diri sang anak bisa menurun secara drastis.

3. MEMUJI BERLEBIHAN

Menurut penelitian yang dilakukan di Stanford University, anak usia 1-3 tahun yg mndptkn pujian atas usaha yg mereka lakukan dan bukan atas bakat yg mereka miliki, lima tahun kemudian mereka bisa lebih mudah menghadapi tantangan dan memiliki motivasi yg lebih tinggi. Org tua sebaiknya tak memuji anak secara berlebihan. Pujilah anak atas usaha yg telah mereka lakukan bukan sebatas hanya pada kata-kata "pintar," "cantik", dan sebagainya.

4. TAK MEMBIARKAN ANAK MENGHADAPI RESIKO

Belajar mengambil risiko itu sama dgn belajar utk mndptkn kepercayaan diri dan belajar tentang batasan yg dimiliki. Biarkan anak2 bermain dengan leluasa diluar (tapi tetap dlm pengawasan yg aman) spy mereka bisa mengeksplorasi diri mereka dan belajar utk menghadapi risiko yg mereka hadapi.

5. SELALU MEMENUHI PERMINTAAN ANAK

Banyak orang tua yg lebih suka ambil praktisnya saja ketika anaknya mulai rewel. Saat anak rewel meminta sesuatu misalnya,jgn langsung mmberikn apa yg ia minta. Jika Anda terbiasa langsung mmberikn apa yg anak Anda minta ketika ia rewel maka anak akn memiliki pemahaman bahwa ia bisa mndptkn apapun yg ia minta dgn sedikit tangisan dan rewel.

Masa Depan Anak Anda Ada Di Tangan Anda Sendiri...
Semoga Bermanfaat..!!!

Jumat, 05 Desember 2014

Hakikat Menbaca

PANDUAN PRAKTEK BAHASA INDONESIA JURUSAN D IV KEPERAWATAN DAN POLITEKNIK TERNATE MALUKU UTARA TAHUN 2014
PANDUAN PRAKTEK BAHASA INDONESIA

Hakikat Membaca Godman (1967:127) meyatakan bahwa membaca adalah suatu kegiatan memetik makna atau pengertian yang bukan hanya dari deretan kata yang tersurat (reading the lines), melainkan makna dibalik deretan yang terdapat diantara baris (reading between the lines), bahkan juga makna yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading beyond the lines). Menurutnya kegiatan  membaca ini merupakan suatu proses yang aktif dan tidak lagi merupakan proses yang pasif, membaca merupakan proses yang aktif dan bukan proses yang pasif  artinya seorang pembaca harus dengan aktif berusaaha menagkap isi bacaan yang dibacanya tidak boleh hanya menerima saja. Standar Kecepatan Membaca Ahmadslamet Harjasujana (1988;24) kecepatan yang dicapai oleh pembaca berdasarkan rumus banyak jumlah kata dibagi panjang waktu yang diperlukan, diperbanyak dengan prosentase skor yang diperoleh. Sedangkan kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan pemahaman isi secara keseluruhan, jadi ada dua aspek yang diperhatikan dalam kecepatan membaca, yaitu kecepatan membaca dan pemahaman membaca. Secara umum, kecepatan membaca seseorang meningkat seiring perkembangan usia, tingkat pendidikan, kosakata yang diperoleh dan intensitas membaca. ( depdikbud 2006: 9) dijelaskan bahawa untuk standar kecepatan membaca pada siswa sekolah dasar  memiliki  kecepatan membaca minimal 75 kata per menit. Sedangkan untuk jenjang SD, Christine Nuttal, (dalam Lilis Sulistianingsi, 1998) merincinya sebagai berikut :

Kelas Kecepatan Membaca   I II III IV V VI 60-80 kata per menit 90-110 kata per menit 120-140 kata per menit 150-160 kata per menit 170-180 kata per menit 190-250 kata per menit  Standarisasi di atas, hanya untuk satu aspek kemampuan pemahaman membaca, yaitu kecepatan membaca pada setiap menitnya. Untuk menentukan KEM (Kecepatan Efektif Membaca) sebagaimana diuraikan di atas, maka perolehan ukuran kpm tersebut hendaklah diikuti oleh pemahaman isi bacaan. Mengenai hal ini Nurhadi, (1987: 40) mengatakan, kecepatan membaca biasanya diukur dengan beberapa banyak kata yang terbaca pada setiap menitnya dengan pemahaman rata-rata 50% atau dengan perkataan lain berkisar antara 40% - 60%. Pada taraf pemahaman semacam itu, kecepatan membaca yang diukur dianggap sudah memadai. Senada dengan pernyataan di atas, menurut Nurhadi (1991:229), standar kecepatan membaca yang memadai untuk seluruh jenjang pendidikan adalah sebagai berikut. SD/SMP            :  200 kata per menit SMA           :  250 kata per menit Mahasiswa           :  325 kata per menit Mahasiswa Program Pascasarjana: 400 kata per menit Orang dewasa : 200 kata per menit Menurut Wiryodijoyo, (1989:130) menyatakan bahwa kemampuan membaca pada setiap orang berbeda. Kemampuan membaca ini umumnya berkisar antara 200-800 kata per menit. Kecepatan ini pun pada seseorang tidak selalu tetap, tergantung jenis bacaan yang dibaca. Membaca buku teks bisa dengan kecepatan 200 kata per menit, membaca novel bisa dengan kecepatan 250 atau 300 kata per menit. Sedangkan membaca ulang buku teks lebih cepat dilakukan dari membaca yang pertama. Menurut Harjasujana (1996:72) pembaca yang efektif mempunyai kecepatan membaca yang fleksibel sesuai dengan tujuan membacanya, hal dapat dilakukan berdasarkan rincian rata-rata kecepatan membaca yang disesuaikan dengan keperluan membaca, sedangkan Kristine Nuttal (1989:216) merincikan standar kcepatan membaca dapat diuraikan sebagai berikut.

Untuk siswa SD dituntut kecepatan membacanya adalah:

Kelas satu60-80 kata permenit, kelas dua 90-110 kate permenit,
kelas tiga 120-140 kata permenit, kelas empat 150-160 kata permenit, kelas lima 170-180 kata permenit, dan kelas enam 190-250 kata permenit.

Mengukur Kecepatan Membaca Christine Nutal (1989:17) mengatakan bahwa cara mengukur kecepatan membaca adalah dengan cara menghitung jumlah kata yang terbaca setiap menit, Sedangkan menurut Harjasujana (1996:55) cara mengukur kecepatan membaca adalah dengan cara membagi jumlah kata yang dibaca dengan waktu tempuh baca dikali dengan 60. Misalnya seseorang dapat membaca sebanyak 2.000 kata dalam waktu lima menit artinya kecepatan membacanya adalah 400 kata per menit. Untuk mengukur kecepatan membaca menurut Soedarso (2002:14), dapat digunakan rumus berikut.  Andaikata anda membaca 1.6000 kata dalam tiga menit dan 20 detik atau total 200 detik, maka kecepatan anda adalah:

 Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan yang anda baca hitung jumlah kata dalam lima baris dahulu lalu bagi lima. Hasilnya merupakan jumlah rata-rata perbaris dari bacaan itu lalu hitung jumlah baris yang yang and abaca, dan kalikan dengan jumlah rata-rata, hasilnya merupakan jumlah kata yang and abaca misalnya Jumlah kata perbaris rata-rata =  11 Jumlah baris yang and abaca    =  60 Jumlah kata yang and abaca     = 11 x 60 = 660 kata. Jika anda membaca dalam 2 menit dan 10 detik, atau total 130 detik maka kecepatan anda (660 kata/130 detik) x 60 =342 kata permenit. Soedarso, (2004,14) Untuk mengetahi kecepatan membaca anda, maka sebelum anda mulai membaca, catat dahulu waktu mulai membaca, dan setelah anda menyelesaikan bacaan itu segera lihat jam anda dan catat setepat-tepatnya. Lalu anda hitung. Berapa menit dan detik. Kemudian diteruskan pemahaman anda dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan yang yang telah tersedia. Terkait dengan  keceptan membaca, Nuttal (1982:36) menyatakan bahwa untuk mengukur kecepatan membaca siswa, pilih sebuah teks bacaan yang belum pernah dibaca oleh pembaca yang bersangkutan dan tidak sulit bagi siswa tersebut, kemudian  sebelum membaca berikan kesempatan siswa untuk menghitung jumlah kata di dalam teks bacaan tersebut. Setelah itu, berikan teks pada siswa dan mereka mulai membaca. Selanjutnya, hitung kecepatan membacanya dengan cara sebuah persamaan sederhana berikut.  Keterangan: x, adalah jumlah kata dalam teks y, adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membaca teks tersebut 6, adalah jumlah interval 10 detik dalam semenit z, adalah kecepatan membaca kata-kata permenit. Sebagai cintoh : Jika teks berisi 250 kata dan waktu yang dipakai untuk membacanya adalah 80 detik artinya, interval 8 detik, maka kecepatan membaca adalah sebagai berikut.  Mengukur Kemampuan Membaca Tampubolon (1990:7), menyatakan bahwa kemampuan membaca adalah kecepatan dalam membaca disertai dengan pemahaman. Oleh karena itu, selain kecepatan membaca, pemahaman juga harus diukur.Mengukur pemahaman isi bacaan (PI) secara keseluruhan dengan cara menghitung persentase skor jawaban yang benar atas skor jawaban ideal dari pertanyaan-pertanyaan tes pemahaman bacaan. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut: PI = x 100 Untuk mengukur KEM seseorang, kedua aspek tersebut harus diintegrasikan. Menurut D. P. Tampubolon (1990), hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : KM =  KPM Keterangan: KM = kemampuan membaca KB = jumlah kata yang terdapat dalam bacaan SM = jumlah skor membaca KPM = jumlah kata per menit PI = persentase pemahaman isi Berbeda dengan Tampubolon, Ahmadslamet Harjasujana, (1988) mengajukan rumus kemampuan membaca sebagai berikut : KEM =  Keterangan: p = jumlah kata yang terdapat dalam bacaan q = jumlah waktu dalam hitungan detik r = jumlah jawaban yang benar                    Kegiatan Latihan Hidupkan Tape Ikuti petunjuk yang diberikan kaset dengan baik Sekaligus kaset dapat didengarkan bersama-sama, tetapi lembarkerja harus dimiliki dan dikerjakan secara individu. Lakukanlah aktivitas belajar sesuai dengan instruksi yang diberikan kaset. Saudara mahasiswa, apakah anda telah memahami penjelasan di atas? Kalau sudah marilah kita berlatih membaca alinea sekaligus menguji kemampuan membaca cepat kita, selanjutnya hidupkan tape!  Simak dan ikuti instruksi dengan cermat instruksi yang disampaikan melalui kaset Selamat mendengarkan dan semoga sukses